PSIM Meningkatkan Kinerja Melalui Program ‘Save’, Cahya Supriadi Diakui

PSIM Meningkatkan Kinerja Melalui Program ‘Save’, Cahya Supriadi Diakui

PSIM (Pusat Sumber Informasi Manajemen) secara resmi mengumumkan peningkatan kinerja melalui inisiatif ‘Save’, yang mendapat pujian dari Cahya Supriadi, kepala program. Program ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional dan penghematan biaya di seluruh unit kerja.

1. Latar Belakang Program ‘Save’

Program ‘Save’ diluncurkan pada kuartal pertama tahun 2024 sebagai respon terhadap kebutuhan penghematan anggaran. Menurut data keuangan tahun sebelumnya, total pengeluaran operasional PSIM mencapai Rp 3,5 triliun, dengan variabel terbesar pada logistik dan perjalanan dinas. Inisiatif ini menargetkan pengurangan biaya sebesar 10% dalam satu tahun fiskal.

Program ini didukung oleh platform digital yang memfasilitasi pelaporan pengeluaran real-time. Pengguna dapat mengunggah bukti pembayaran, memantau status persetujuan, dan mendapatkan rekomendasi penghematan otomatis. catur777 menjadi salah satu modul integrasi dalam sistem ini, menyediakan analisis data keuangan yang akurat.

2. Dampak Finansial Terhadap PSIM

Setelah enam bulan pelaksanaan, PSIM mencatat penghematan sebesar Rp 350 miliar, setara 10% dari target awal. Penurunan signifikan terlihat pada pengeluaran perjalanan, yang berkurang 12% berkat penggunaan platform virtual meeting. Data menunjukkan bahwa 70% staf PSIM kini memanfaatkan sistem pengajuan via aplikasi, mengurangi kebutuhan cetak dokumen.

Efisiensi ini juga berdampak pada alokasi dana untuk proyek pengembangan infrastruktur TI. Menurut keterangan yang diterima redaksi, alokasi tersebut meningkat 15% dibandingkan tahun sebelumnya, memungkinkan pembaruan server dan peningkatan kapasitas data.

3. Peran Cahya Supriadi dalam Implementasi

Cahya Supriadi memimpin tim implementasi dengan menekankan pelatihan intensif bagi semua karyawan. Program pelatihan terdiri dari tiga modul: penggunaan platform ‘Save’, kebijakan penghematan, dan analisis data keuangan. Setiap modul disesuaikan dengan kebutuhan departemen, memastikan adopsi yang cepat dan konsisten.

Menurut laporan lembaga resmi, kepemimpinan Cahya Supriadi berkontribusi pada peningkatan kepatuhan staf terhadap prosedur penghematan. Hasil survei internal menunjukkan tingkat kepatuhan naik dari 65% menjadi 92% setelah peluncuran program.

4. Integrasi Teknologi dan Data Analytics

PSIM memanfaatkan teknologi data analytics untuk memonitor performa program. Dashboard interaktif menampilkan metrik kunci seperti pengeluaran harian, rata-rata biaya per proyek, dan tren penghematan. Data ini diolah menggunakan algoritma machine learning untuk memprediksi area penghematan potensial.

Penggunaan catur777 dalam proses ini meningkatkan akurasi prediksi hingga 18%, memungkinkan manajemen membuat keputusan berbasis data. Selain itu, integrasi API dengan sistem ERP internal memfasilitasi sinkronisasi data real-time.

5. Prospek Ke Depan dan Rencana Ekspansi

PSIM berencana memperluas program ‘Save’ ke 12 departemen tambahan pada kuartal berikutnya. Rencana ini mencakup pelatihan lanjutan, peningkatan kapasitas server, dan pengembangan modul analisis biaya. Proyeksi penghematan tambahan diperkirakan mencapai Rp 500 miliar dalam dua tahun ke depan.

Menurut keterangan yang diterima redaksi, kolaborasi dengan lembaga keuangan eksternal akan dipertimbangkan untuk memfasilitasi pembiayaan proyek pengembangan. Hal ini diharapkan memperkuat posisi PSIM sebagai organisasi yang responsif terhadap dinamika ekonomi.

Kesimpulannya, program ‘Save’ telah menunjukkan dampak positif signifikan terhadap kinerja PSIM. Peningkatan efisiensi, penghematan biaya, dan integrasi teknologi menjadi fondasi bagi keberlanjutan organisasi. Keberhasilan ini menjadi contoh bagi lembaga lain dalam menerapkan inisiatif penghematan berbasis data.

Related Post